Makna Simbolis Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Setidaknya ada tiga tipe rumah adat Sulawesi Tenggara dimana masing-masing memiliki filosofi tersendiri. Pembagian tersebut didasarkan pada status sosial pemilik hunian. Dari sejarah yang panjang hingga cerminan budaya setempat, semuanya menarik untuk dipelajari.

Klasifikasi Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Banua Tada

Banua Tada dapat ditemukan di Pulau Buton dengan Suku Wolio sebagai populasi terbanyaknya. Rumah ini disinyalir merepresentasikan organ tubuh manusia. Sebagaimana rinciannya, Anda akan menemukan kepala, tubuh, seta kaki jika mengamati secara saksama.

Laikes

Rumah adat milik Suku Tolaki. Umumnya, mereka mendiami Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kota Kendari, Kolaka Utara, serta Konawe Utara. Dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti atam alang-alang dan dinding kayu. Mengusung bentuk panggung dimana bagian kolong dibiarkan tidak terpakai.

Mekongga

Tinggi rumah Mekongga mencapai 60 sampai 70 kaki. Ketika hendak memasuki hunian ini, Anda harus menapaki sekitar 30 anak tangga. Konon, jumlah tangga ini disesuaikan dengan helai sayap burung kongga.

Sulawesi Tenggara termasuk provinsi yang masih kental dengan adat dan budaya setempat. Bila berkunjung ke sini, Anda akan menemukan berbagai tradisi. Tentu, kesempatan ini muncul jika terjadi interaksi dengan penduduk lokal.

Categories: